Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengatur keuangan rumah tangga tidak sulit. Jomblo ayo latihan!




Kenny Markin Media - Mengatur keuangan rumah tangga kini telah menjadi ilmu yang harus dilatih sejak dini. Pasalnya ilmu ini bukan hanya dibutuhkan oleh wanita yang telah menikah namun juga sangat dibutuhkan oleh wanita single yang menjadi tulang punggung keluarga.


Ilmu mengatur keuangan rumah tangga bagi  wanita single yang menjadi tulang punggung keluarga akan sangat bermanfaat untuk dia dan keluarganya serta untuk masa depannya nanti bersama suami dan anak-anaknya.


Sedangkan bagi wanita yang telah menikah, bahkan menikah muda pun, ilmu mengatur keuangan rumah tangga sudah menjadi kewajiban untuk dipelajari.


Namun masih banyak yang enggan mempelajari ilmu ini karena ilmu mengatur keuangan rumah tangga terkesan sangat sulit.


Padahal sebenarnya, ilmu mengatur keuangan rumah tangga tergolong sebagai salah satu ilmu yang cukup mudah asalkan dilakukan dengan baik dan konsisten.


Lalu apa saja dasar dari ilmu ini? Ilmu mengatur keuangan rumah tangga sebenarnya tidak terlalu jauh dari ilmu dasar mengelola keuangan pribadi yang diantaranya


Tetapkan Target Keuangan


Menetapkan tujuan dan target memang berlaku di berbagai aspek termasuk aspek keuangan. Dengan memiliki tujuan dan target yang jelas maka langkah yang akan seseorang ambil menjadi lebih terarah.


Target pun sebaiknya ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan. Dan jika satu target sudah terlaksana maka bergegaslah ke target selanjutnya.


Bila perlu, tetapkan juga target bulanan, tahunan dan jangka panjang lainnya. Contohnya, lidya berencana akan membeli handphone baru bulan depan. Sedangkan untuk tahun depan Lidya berencana mulai mengajukan cicilan perumahan.



Prinsip 532


Prinsip 532 atau yang biasa lebih dikenal sebagai prinsip 50 30 20 adalah prinsip dimana ketika seseorang atau seorang wanita mendapatkan penghasilan, maka 50% digunakan untuk kebutuhan dan kewajiban seperti bayar cicilan rumah atau sewa kosan, makan, cicilan, biaya sekolah, biaya air, biaya listrik dan biaya-biaya lainnya.


Baca juga : ciri wanita mandiri, kamu termasuk?


Sedangkan 30% dari penghasilan atau pendapatan seseorang tadi bisa digunakan untuk bersenang-senang atau yang lagi tren disebut dengan healing. Seperti jajan, jalan-jalan dan membeli voucher games bisa menggunakan dana dari jatah 30% ini.


Dan yang terakhir adalah 20% untuk menabung dan investasi. Jadi seseorang terutama seorang wanita bisa menggunakan 20% dari penghasilannya untuk menabung dan berinvestasi.


Contohnya, lidya adalah seorang wanita single dengan gaji Rp. 3.000.000 tiap bulannya, 

maka: 

50% x Rp. 3.000.000 = Rp. 1.500.000 digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kewajibannya.


30% x Rp. 3.000.000 = Rp. 900.000 dapat digunakan untuk bersenang-senang.


20% x Rp. 3.000.000 = Rp. 600.000 untuk menabung dan berinvestasi.


Sedangkan keenan, adalah seorang ibu rumah tangga dengan suami berpenghasilan Rp. 5.000.000 tiap bulannya, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:


50% x Rp 5.000.000 = Rp. 2.500.000 untuk kewajiban dan kebutuhan


30% x Rp. 5.000.000 = Rp. 1.500.000 untuk bersenang-senang.


20% x Rp. 5.000.000 = Rp. 1.000.000 untuk menabung dan berinvestasi.


Mengatur Keuangan Rumah Tangga Dengan Catatan


Mengatur keuangan rumah tangga akan lebih mudah jika seorang wanita memiliki sebuah catatan, yang biasa disebut catatan keuangan.


Hal itu karena wanita pun adalah seorang manusia yang tidak luput dari lupa dan khilaf. Maka dari itu, buatlah catatan keuangan sedetail mungkin agar keuangan rumah tangga lebih terkendali dan terhindar dari lupa.


Untuk contoh, mengambil dari data di atas maka begini catatan keuangan untuk lidya si wanita single


Mengatur keuangan pribadi


Dan begini catatan keuangan untuk keenan, seorang ibu rumah tangga dengan 1 anak dan suami.


Mengatur keuangan rumah tangga



Menyimpan Uang dan Berinvestasi


Dalam urusan dunia khususnya dalam aspek keuangan, maka kita harus berpikir bahwa kita tidak hidup hanya untuk saat ini saja, tapi juga untuk beberapa waktu kedepan.


Sedangkan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi dimasa depan, apakah masih memiliki penghasilan yang sama? Apakah ada keperluan mendesak?


Maka dari itu, menabung dan berinvestasi adalah kegiatan keuangan yang tidak boleh disepelekan oleh siapapun termasuk wanita single ataupun wanita yang telah bersuami.


Ada beberapa jenis tabungan dan investasi yang  bisa dipilih oleh wanita single ataupun wanita berkeluarga. Namun satu yang seringkali terlupakan adalah tersedianya dana darurat. Untuk lebih detailnya mari kita bahas di artikel selanjutnya.



Kebutuhan Berbeda Dengan Keinginan Dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga


Kebutuhan dan keinginan memang masuk ke dalam porsi prinsip 50 30 20, namun mereka berada di bagian yang berbeda.


Pengeluaran berupa kebutuhan akan masuk ke jatah 50% dari penghasilan atau pendapatan. Sedangkan pengeluaran berupa keinginan akan masuk ke jatah 30% dari penghasilan atau pendapatan.


Maka dari itu, sangat penting bagi seseorang membedakan antara mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan dalam mengatur keuangan rumah tangga.



Contohnya, keenan berpikir akan membeli sebuah jas jaket berwarna hitam model terbaru. Padahal dia telah miliki jaket berwarna hitam yang masih layak untuk digunakan. Maka membeli jaket dalam kasus ini disebut dengan keinginan.


Berbeda halnya bila keenan tidak memiliki jaket berwarna hitam satupun. Jika kenyataannya seperti itu, maka membeli jaket berwarna hitam tersebut adalah sebuah kebutuhan.


Hobi dan Keinginan Sesaat


Selain investasi yang merupakan jatah 20% dari pendapatan tiap bulannya, jatah pengeluaran 30% dari pendapatan pun tidak kalah menarik untuk dibahas.


Seperti yang kita ketahui bahwa jatah pengeluaran 30% adalah jatah pengeluaran yang disediakan untuk bersenang-senang seperti jajan, jalan-jalan, bermain dan hal-hal lainnya yang menjadi mood booster masing-masing pribadi.


Namun terkadang tanpa sadar kita menyamakan antara hal yang benar-benar membuat senang dengan yang hanya ingin memilikinya saja.


Tipsnya, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa hobinya dan yang membuat dia benar-benar senang. Jangan sampai hanya perasaan ingin memiliki lalu terasa hambar saat sudah mendapatkannya.



Meminimalkan Tagihan dan Utang


Anda sudah mempunyai target dalam mengatur keuangan rumah tangga, andapun sudah melakukan semua tips yang berada diatas, namun anda merasa tetap saja tidak bisa maksimal.


Jika hal itu terjadi pada anda, mungkin anda sedang berada pada posisi dimana lebih besar pasak dibandingkan tiang. Posisi ini adalah posisi dimana pengeluaran anda lebih besar dari seharusnya.


Hal yang pertama kali harus anda lakukan jika berada diposisi ini adalah, mengecek berapa besar utang dan kewajiban lainnya yang harus anda bayar tiap bulannya.


Besaran utang sendiri pun sebenarnya memiliki aturan yaitu maksimal hanya sepertiga dari pendapatan. Untuk lebih jelas perihal utang, akan kita bahas di artikel selanjutnya.


Pertimbangkan Untuk Mencari Tambahan


Jika anda merasa sudah melakukan semua hal di atas termasuk pengiritan untuk jatah 50% dan 30% namun masih merasa belum maksimal bahkan masih merasa kurang, cobalah mencari penghasilan tambahan.


Sepertinya cukup sampai disini dahulu artikel tentang mengatur keuangan rumah tangga kali ini. Kesimpulannya, mengatur keuangan pribadi mau pun keuangan rumah tangga memang membutuhkan ilmu dan latihan sejak dini.


Apa anda ingin menambahkan? Silahkan tulis di kolom komentar ya.



Posting Komentar untuk "Mengatur keuangan rumah tangga tidak sulit. Jomblo ayo latihan!"